Nasionalisme Bangsa Indonesia

Nasionalisme Bangsa Indonesia saat ini masih sangat kurang kurang rasanya, terutama karena zaman sudah semakin maju, maka perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pun mempengaruhi pola pikir tiap individu. Rasa nasionalisme ini seharusnya tetap dipupuk demi kesatuan bangsa dan negara. Berikut ini akan dibahas lebih lanjut mengenai nasionalisme.

Secara bahasa, nasionalisme barasal dari kata nation, yang berarti bangsa. Jadi, nasionalisme adalah pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan. Han Kohn dalam Budi Cahyo (1995) memberikan makna nasionalisme sebagai suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepeda Negara kebangsaan. Dengan makna yang demikian nasionalisme memiliki pokok kekuatan dalam menilai kecintaan individu terhadap bangsanya dan penyerahaan setinggi-tingginya.

Bagi bangsa Indonesia, nasionalisme merupakan hal yang sangat mendasar  sebab ia telah membimbing dan mengantar bangsa Indonesia dalam mengarungi hidup dan kehidupannya (Budi Cahyo, 20;1995).

Nasionalisme adalah manifestasi kesadaaran bernegara atau semangat bernegara (Slamet Muljana, 3;2008). Sehingga barang siapa yang merasa dirinya adalah warga Negara yang memiliki jiwa nasionalisme, selayaknya membuktikan dengan perbuatan yang nyata untuk menunjukkan rasa cinta negaranya.

Nasionalisme merupakan sebuah paham, sehingga membawa konsekuensi dapat memberikan manfaat dan hasil yang konkret (Budi Cahyo, 23;1995) dengan demikian diperlukan adanya suatu tindakan yang nyata. Tindakan yang nyata ini perlu media atau alat bantu dalam mendukunh dan memperjuangkan ide-ide yang berkaitan dengan manifestas nasonalisme. Salah satu contoh yang telah ada adalah dengan berdirinya Budi Utomo dan Sarekat Islam.

Nasionalisme di Indonesia lahir dengan proses yang panjang, tidak instan. Sehingga dalam perkembanganya tampak bahwa proses pendewasaann dan kematangan konsep nasionalisme Indonesia bergerak dari nasionalisme cultural, berkembang ke sosioekonomis, dan memuncak manjadi nasionalisme politik revolusioner yang mempunya aspek multidimensional (Budi Cahyo, 27;1995)

Namun dalam mencapai itu semua ada aspek lain yang paling dasar memberikan pengarus terhadap perkembangan nasionalisme. Yakni cara berpikir nasionalisme. Karena dengan diawali pemikiran, gambaran-gamabaran kemajuan masa depan bangsa Nampak jelas dipelupuk mata.

Sumber :

http://aanhisto.wordpress.com/2010/03/24/%E2%80%9Ckemunculan-nasionalisme-bangsa-indonesia-sampai-pada-masa-penjajahan-belanda-%E2%80%9D/

http://beritasore.com/2007/06/06/rasa-nasionalisme-bangsa-indonesia-hadapi-tantangan-berat/

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s